Jumat, 07 Juni 2013

kematian

Oleh lalu ariefhyn’s iwan darmadjie  pada 8 january 2013 pukul 15:24 ·
31 Desember 2012 11:45 AM
Pukul 11:55 aku mendapat kabar duka. kakakku, menelpon memberitahukan bahwa mamik baru saja meninggal secara tiba – tiba 1/2 jam yang lalu,1/2 jam kemudian, aku sudah berada di rumah sakit umum mataram berusaha menenangkan dan menemani kakakku. Aku bahkan ikut meneteskan air mata melihatnya seperti itu. “hmm, semua orang pasti mati… Udh yaa… Jng ditangisi lagi… Qt berdoa aja semoga mamik dapet tempat yang lebih baik sekarang… Qt juga berusaha biar nantinya bisa ketemu mamik lagi…” aku tidak bisa memikirkan kata – kata yang lebih baik lagi untuk menghiburnya. Dan seperti itulah, semanis apapun kalimat yang aku ucapkan, tidak akan bisa menghapus air matanya karna rasa kehilangan yg begitu dalam. Bahkan untuk seorang lalu ariefhyn’s yang begitu pintar memaknai kehidupan dan kematian pun tak sanggup mengelak dari kesedihan saat musibah seperti itu menyapaku. Oh Tuhan, tolong… Aku percaya Kau Maha tahu. Sebatas mana kemampuanku untuk menerima semua ini… Tolong jangan renggut orang – orang yang kucintai secara tiba – tiba seperti yang terjadi sekarang, Tuhan…
Aku terdiam… Bingung harus berkata apa… dengan ponsel masih menempel d telinga kiri, aku memutar otak berusaha menemukan kata – kata yang pantas untuk kuucapkan d saat seperti sekarang ini. Sementara d ujung telp suara isak tangis kakakku semakin menjadi – jadi… Oh Tuhan, apa yang harus kukatakan untuk menunjukkan rasa sedihku…?? Apa yang harus kuucapkan untuk menenangkan hati kakakku yang baru saja kehilangan mamiknya inii…?? “Sabar yaa kak… udh2, tenang… jangan nangis lagi…” Damn… that’s the best I can say…?? Bodohnya aku jika berharap kakakku akan berhenti menangis saat itu juga…!!!
Kematian memang hal yang ajaib... Bahkan jika kematian menyapa orang yang kau pikir akan kau benci seumur hidupmu sekalipun, kau tidak akan sanggup merasa barsyukur atas kematiannya. Akan selalu ada perasaan yang mengganggu menerpamu. Apalagi jika yang meninggal adalah you’r father. Kau tidak akan sanggup untuk tidak bersedih dan meneteskan air mata. Seperti halnya aku, kakakkku. Setiap kali dia membahas tentang mamiknya denganku, yang keluar dari mulutnya hanyalah “Sampe mati aku gk bakal maafin dia…” atau “Aku benci dia seumur hidupku…!!!”. Yaah mungkin ada kata – kata lain, tapi intinya gk akan jauh meleset dari 2 kalimat diatas. Aku tahu, dia tidak mungkin serius dengan kata – katanya tentang mamikya itu. Buktinya sekarang... Dia menangis sesenggukan seraya memelukku …” begitulah ungkapan penyesalan, suara tangisnya terdengar begitu pilu dan penuh rasa bersalah.
Seperti inikah rasanya…? Kehilangan orang yang qt sayangi untuk selamanya.… Selama inii, aku selalu berpikir bahwa aku tidak akan menangis jika ortuku meninggal. Tapi buktinya… sudah hampir seminggu sejak kematiannya, tapi aku masih menangisinya setiap malam… Aku tidak percaya dia sudah tiada… mamik meninggal setelah 3 hari koma karena kecelakaan… saat masa – masa komanya aku selalu datang dan berusaha memberinya semangat untuk tetap hidup. Meskipun aku tetap optimis dia akan kembali sehat, tapi pesimisme dan ketakutan akan kehilangannya terkadang muncul d dalam pikiranku. Karena itu, tanpa sadar aku mulai mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Kata – kata seperti “Jikalau mamik benar – benar pergi, itu tandanya Tuhan mengangkatnya ke tempat yang lebih baik” atau “Aku akan berusaha tegar  jika sesuatu terjadi…” bermain – main dalam otakku. Pada saat itu, aku begitu yakin akan dapat menghadapi semua inii dengan tabah tanpa air mata, tapi nyatanya…? Terlalu menyakitkan… Aku tidak bisa berhenti mengingat saat – saat kebersamaan kami… Cara dia memanjakanku, melindungiku, dan bahkan sekedar mengingat senyumannya saja membuatku kembali meneteskan air mata… Aku menyadari satu hal… Qt bisa saja mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk, tapi sekeras apapun qt berusaha, pada saat hal buruk itu datang qt tetap saja terpukul, terpuruk, bahkan mungkin lebih parah daripada itu. Tuhan… Aku begini hancur karena kehilangan mamik, bagaimana mungkin aku sanggup jika harus kehilangan keluargaku… Panggil saja aku sebelum kau memanggil mereka…


1 komentar:

  1. Mantap Met. gabung juga dengan blog ku di http://ikhsantrytostart.blogspot.com

    BalasHapus